Kirimkan informasi, saran, atau pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan pembinaan, pelatihan, pernikahan, dan konseling kapada URLAT Polres Kebumen melalui nomor 0811919300 (a.n. Fahrudin)
Kegiatan pembinaan adalah salah satu ranah tugas dan tanggung jawab URLAT Polres Kebumen yang telah dijadwalkan penyelenggaraannya secara rutin. Namun, kegiatan pembinaan terutama pembinaan rohani/mental yang diselenggarakan URLAT Polres Kebumen belum dapat menjangkau seluruh anggota Polres Kebumen. Hal ini wajar, mengingat banyaknya tugas dan tanggung jawab anggota Polri dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kegiatan bimbingan rohani (binroh) yang diselenggarakan sepekan sekali, hanya bisa diikuti oleh sebagian kecil personil saja.
Adanya tuntutan tugas dan tanggung yang menguras pemikiran dan tenaga, seyogyanya dapat direduksi melalui kegiatan pembinaan rohani yang rutin diselenggarakan oleh URLAT Polres Kebumen. Materi pembinaan yang sebagian besar berisi muatan nutrisi rohani yang sangat bermanfaat bagi anggota untuk merefresh atau menyegarkan kembali semangat kerja, motivasi, dan kinerja ternyata belum dapat dinikmati oleh seluruh anggota Polres kebumen.
Berangkat dari sini, URLAT Polres Kebumen kemudian menggagas sebuah laman sederhana (berupa blog) yang dapat diakses oleh seluruh anggota Polres Kebumen. Harapan kami, blog ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat agar tujuan kegiatan pembinaan yang mengikis permasalahan yang dihadapi anggota, menumbuhkan motivasi, dan meningkatkan kinerja personil dapat berjalan optimal. Demikian, semoga….
Karuniakan keberkahan pada sidang pranikah yang kami selenggarakan. Jadikan kegiatan ini menjadi pembuka pintu rahmat bagi calon pengantin dan keluarga. Menjadi penyempurna keimanan dan keislaman kami. Menjadi madrasah tempat kami belajar menjadi dewasa. Serta menjadi jalan bagi kami menuju cinta-Mu.
Ya Allah, Ya Ghofar
Ampuni dosa dan kekeliruan dalam perjalanannya menuju pernikahan. Ampuni segala kekhilafan kami, sucikan hati kami, luruskan niat kami, kuatkan tekad kami, serta bimbing kami menuju syariat yang Engkau ridhoi. Lindungi kami dari segala tipu daya syaitan, agar kami dapat menempuh kehidupan pernikahan di jalan lurus yang Engkau ridhoi.
Ya Allah Ya Ahad,
Satukan hati kami, sebagaimana Engkau satukan Adam dan Hawa, serupa Engkau jadikan telaga kasih sayang antara baginda Rasulullah saw dan Khadijatul Kubra, senada Engkau sematkan cinta kasih yang tulus antara Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az Zahra.
Ya Allah Ya Wadud,
Jadikanlah kami saling mencintai dikala dekat, saling menjaga dikala jauh, saling menghibur dikala duka, saling mengingatkan dalam ketaatan, saling mendoakan untuk kebaikan, serta saling menyempurnakan dalam ibadah dan ketaqwaan. Ya Rabbi, perkenankan pinta kami.
Pada artikel sebelumnya tentang Kilas Pandang Konselor Kewilayahan, sudah ada sedikit gambaran tentang kompetensi Konselor Kewilayahan, juga tentang tujuan proses konseling itu sendiri. Nah, pada artikel ini kami akan sedikit menegaskan tentang pentingnya konseling.
Mayoritas anggota Polri ternyata masih beranggapan bahwa konseling identik dengan anggota yang memiliki permasalahan dan pelanggaran. Atau ada juga yang beranggapan bahwa berurusan dengan konseling sebagai hal yang memalukan/aib. Padahal sebenarnya konseling itu merupakan wadah untuk memecahkan permasalahan, sekaligus mengembangkan keterampilan.
Pesatnya kemajuan teknologi di jaman milineal sekarang ini terkadang memicu munculnya permasalahan yang kompleks dalam diri anggota Polri. Permasalahan dapat terjadi karena tuntutan tugas yang kian beragam, kurangnya kontrol diri, pergaulan yang tidak sehat, kurangnya pengendalian terhadap nafsu, serta merosotnya moral/etika anggota.
Penulis buku Konseling dan Psikoterapi Islam, M. Hamdan Bakran Adz-Dzaky mengklasifikasikan masalah individu, sebagai berikut:
Masalah individu yang berhubungan dengan Tuhannya
Masalah individu yang berhubungan dengan Tuhannya berkaitan dengan kegagalan individu melakukan hubungan secara vertikal dengan Tuhannya. Seperti sulit menghadirkan rasa takut, memiliki rasa tidak bersalah atas dosa yang dilakukan, sulit menghadirkan rasa taat, dll. Dampak semuanya itu adalah timbulnya rasa malas atau enggan melaksanakan ibadah dan sulit untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dilarang Tuhan.
Masalah individu yang berhubungan dengan dirinya sendiri
Kegagalan bersikap disiplin dan bersahabat dengan hati nurani yang selalu mengajak atau menyeru dan membimbing kepada kebaikan dan kebenaran Tuhannya. Dampaknya adalah muncul sikap was-was, ragu-ragu, berprasangka buruk (Su’uẓon), rendah motivasi, dan dalam banyak hal tidak mampu bersikap mandiri.
Masalah individu yang berhubungan dengan lingkungan keluarga
Dalam hal ini, seseorang mengalami kesulitan untuk melakukan hubungan yang harmonis antara anggota keluarga, seperti antara anak dan orang tua, adik dengan kakak dan saudara-saudara lainnya. Keadaan ini yang menyebabkan tekanan dalam keluarga, kurangnya kasih sayang, dan kurangnya sifat teladan dari kedua orang tua.
Masalah individu yang berhubungan dengan lingkungan kerja
Kegagalan dalam meningkatkan prestasi kerja, ketidakmampuan berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan kegagalan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
Masalah individu yang berhubungan dengan lingkungan sosial
Permasalahan sosial itu berkenan dengan ketidakmampuan melakukan penyesuaian diri (adaptasi) baik dengan tetangga, lingkungan kerja, dan masyarakat, atau kegagalan bergaul dengan lingkungan yang beraneka ragam watak, sifat, dan perilaku.
Bagian pentingnya adalah ketepatan dalam memutuskan perihal kapan permasalahan akan dikonselingkan. Jangan sampai timbunan persoalan yang sudah mengakar tahunan, baru dikomunikasikan kemudian, sehingga terkesan sulit untuk diselesaikan.